JAKARTA - Layanan KRL Solo–Jogja kini kembali beroperasi penuh sejak Kamis, 15 Januari 2026. Kereta rel listrik ini menyediakan perjalanan dari pagi hingga malam hari dengan tarif flat Rp8.000 untuk seluruh rute.
Moda transportasi ini menghubungkan wilayah Surakarta, Klaten, hingga Yogyakarta dengan waktu tempuh yang relatif singkat. KRL menjadi pilihan utama masyarakat karena terintegrasi dengan pusat kota dan kawasan aktivitas ekonomi.
KRL Solo–Jogja Layani Mobilitas Harian Masyarakat
KRL Solo–Jogja melayani pekerja, pelajar, dan wisatawan dengan frekuensi perjalanan yang padat dan jadwal variatif. Kepadatan penumpang biasanya terjadi pada jam sibuk pagi dan sore, sehingga disarankan menyesuaikan waktu keberangkatan.
Keberadaan KRL juga membantu mengurangi kemacetan di jalan raya lintas Solo–Yogyakarta. Moda transportasi ini semakin diminati karena harga tiketnya yang terjangkau dan perjalanan yang nyaman.
Jadwal Keberangkatan KRL Solo–Jogja Kamis, 15 Januari 2026
Dari Stasiun Palur, kereta berangkat mulai pukul 05.00 WIB, 06.05 WIB, 07.15 WIB, 08.56 WIB, 10.40 WIB, hingga 20.42 WIB. Selama sehari, tersedia 12 jadwal keberangkatan untuk melayani berbagai kebutuhan penumpang.
Dari Stasiun Jebres, KRL berangkat pukul 05.06 WIB, 06.11 WIB, 07.21 WIB, hingga 20.48 WIB. Rute ini memungkinkan pengguna menjangkau Solo, Klaten, dan Yogyakarta secara efektif sepanjang hari.
Stasiun Solo Balapan menyediakan jadwal mulai pukul 05.13 WIB hingga 20.54 WIB. Sementara itu, Stasiun Purwosari melayani penumpang dari pukul 05.18 WIB hingga 20.59 WIB.
Stasiun Ceper beroperasi mulai pukul 05.39 WIB hingga 21.19 WIB. Sedangkan Stasiun Klaten melayani keberangkatan dari pukul 05.48 WIB hingga 21.28 WIB.
Jadwal yang konsisten ini membuat masyarakat dapat merencanakan perjalanan dengan mudah. Pengguna KRL Solo–Jogja juga bisa menyesuaikan jadwal keberangkatan untuk bekerja, belajar, maupun wisata.
Tarif Terjangkau dan Keunggulan KRL Solo–Jogja
Harga tiket flat Rp8.000 untuk seluruh rute menjadikan KRL pilihan hemat bagi masyarakat. Dengan tarif terjangkau, moda transportasi ini mendukung mobilitas tinggi di wilayah Solo, Klaten, dan Yogyakarta.
Selain itu, KRL menawarkan perjalanan cepat dibandingkan transportasi darat. Waktu tempuh yang relatif singkat membuat kereta ini efisien untuk mobilitas harian maupun kegiatan ekonomi.
Keunggulan lain KRL adalah integrasi dengan pusat kota dan akses mudah ke berbagai fasilitas publik. Hal ini mempermudah penumpang untuk berpindah moda transportasi atau mencapai tujuan akhir dengan nyaman.
KRL juga berperan dalam mengurangi kepadatan lalu lintas jalan raya. Dengan jumlah penumpang yang stabil setiap hari, moda transportasi ini turut menjaga efisiensi mobilitas di Solo–Yogyakarta.
Selain melayani masyarakat lokal, KRL Solo–Jogja diminati wisatawan yang ingin menjelajahi kedua kota dengan cepat. Keberadaan jadwal padat dan tarif tetap membuat KRL menjadi andalan transportasi publik lintas wilayah.
Pengguna disarankan memantau jadwal harian karena kepadatan penumpang pada jam sibuk dapat memengaruhi kenyamanan perjalanan. Perencanaan waktu keberangkatan yang tepat akan memastikan pengalaman perjalanan lebih aman dan lancar.
Dengan beroperasinya kembali layanan penuh KRL Solo–Jogja, masyarakat dapat menikmati moda transportasi yang efisien dan hemat. Keunggulan jadwal konsisten, tarif terjangkau, dan integrasi kota membuat KRL semakin diminati.
KRL Solo–Jogja tidak hanya sekadar alat transportasi, tetapi juga solusi mobilitas berkelanjutan bagi Solo, Klaten, dan Yogyakarta. Moda transportasi ini mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pariwisata di kawasan lintas wilayah.
Ke depannya, layanan KRL diharapkan terus ditingkatkan untuk kenyamanan penumpang. Dengan kombinasi kecepatan, tarif terjangkau, dan aksesibilitas, KRL tetap menjadi pilihan utama masyarakat.